Banyak produsen mie hanya memikirkan bagaimana agar hasil mie nya kenyal dan disukai, tapi sering melupakan bahwa ada 1 hal lagi yang juga seharusnya jadi perhatian, yaitu mie cepat basi.
Mie yang cepat basi bukan cuma merugikan dari sisi duit dan produksi, tapi bisa membuat pelanggan kecewa, ragu repeat order, dan ujungnya penjualan jadi menurun.
Secara science, ada beberapa hal yang membuat mie cepat basi.
Kadar air
Membuat mie selalu menggunakan air, masalahnya bagaimana kalau tidak semua air bisa diikat secara stabil oleh tepung kita? Semakin banyak air yang terlepas tidak cuma bikin mie jadi lembek, namun juga akan membuat mie lebih cepat basi.
Kualitas Air
Penelitian menunjukkan air sering kali menjadi sumber asal mikroba. Kalau dari awal air yang digunakan sudah mengandung mikroba, jangan heran mie jadi makin cepat basi karena mikroba yang terdapat dari air.
Kebersihan
Mikroba tidak cuma dari air, tapi bisa juga terbawa dari udara, tangan pekerja, meja produksi, bahkan mesin yang dipakai. Masih banyak produsen mie yang membersihkan ruangan dan alat secara asal-asalan, padahal sisa adonan yang tertinggal sering menjadi starter mie cepat basi.
Penyimpanan
Suhu dan iklim di Indonesia adalah zona yang nyaman untuk mikroba berkembang. Mie yang selesai dibuat lalu cuma dibiarkan berjam-jam di suhu ruang akan lebih cepat menjadi basi.
Tanpa Pengawet
Banyak produsen mie menggunakan bahan tambahan untuk memperbaiki tekstur tapi tidak tahu bahwa untuk ketahanan mie ada bahan tersendiri. Ada beberapa yang sudah coba pakai pengawet makanan, tapi masalahnya tidak semua pengawet makanan bisa cocok dipakai pada mie.
Lalu bagaimana solusinya?
Pertama, mulai dari pilih bahan yang berkualitas, terutama kualitas tepung terigu. Makin bagus tepung yang digunakan, makin bagus juga kemampuannya mengikat cairan secara stabil. Hasilnya? tentu bisa membuat mie lebih tahan lama, dan juga lebih kenyal.
Kedua, pastikan kebersihan air, bahan, alat, ruangan, dan bahkan kebersihan tangan pekerja untuk mengurangi resiko. Jika memungkinkan, anda bisa membuat SOP agar memastikan kebersihan terus terjaga.
Ketiga, perbaiki cara penyimpanan mie. Penyimpanan tidak cuma tentang disimpan di suhu dingin dan tempat yang bersih, anda bisa menggunakan kemasan yang lebih steril seperti plastik vacuum untuk membantu mie lebih awet.
Keempat, pertimbangkan menggunakan bahan pendukung. Bahan pendukung bukan cuma tentang pengawet, tapi juga bahan yang bisa membantu meningkatkan kualitas tepung sehingga mampu mengikat cairan yang lebih baik.
Untuk pengawet makanan sendiri ada beberapa macam, seperti potassium sorbate, sodium benzoate, dan csa 052, dimana memang tidak semuanya cocok untuk mie. Jika anda tertarik mempelajari mana pengawet yang paling cocok, anda bisa simak pembahasan kami yang berikutnya.